Sumber data
Semua data berasal dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) melalui sistem InaTEWS. Situs ini tidak resmi: kami hanya menata ulang data agar mudah dibaca. Untuk keadaan darurat, ikuti arahan BMKG, BNPB, dan BPBD setempat.
Jenis data
- Realtime — deteksi otomatis jaringan seismik, muncul beberapa menit setelah gempa. Belum ditinjau analis, sehingga magnitudo dan lokasi bisa berubah. Waktu asli dalam UTC.
- Dirasakan dan M5+ — info gempa yang sudah diumumkan BMKG, lengkap dengan peta guncangan (shakemap) dan laporan intensitas. Waktu dalam WIB.
- Tsunami — buletin peringatan dini: PD-1 (peringatan awal), PD-2 (pemutakhiran), PD-3.x (pengamatan tsunami), dan PD-4 (peringatan berakhir).
- Merusak — katalog historis gempa yang menimbulkan korban atau kerusakan.
Zona waktu
Seluruh waktu di situs ini ditampilkan dalam WIB (UTC+7). Untuk wilayah WITA tambahkan 1 jam, untuk WIT tambahkan 2 jam.
Magnitudo
Magnitudo mengukur energi yang dilepaskan di sumber gempa. Setiap kenaikan 1 angka berarti energi sekitar 32 kali lebih besar. Warna yang sama dipakai di seluruh situs:
| <3 | Mikro — umumnya tidak terasa. |
| 3 | Minor — terasa di dekat pusat gempa. |
| 4 | Ringan — terasa luas, jarang merusak. |
| 5 | Sedang — dapat merusak bangunan lemah. |
| 6 | Kuat — berpotensi merusak di area berpenduduk. |
| 7+ | Besar — kerusakan luas; di laut dapat memicu tsunami. |
Intensitas (MMI)
Skala Modified Mercalli Intensity (angka Romawi) menggambarkan guncangan yang dirasakan di suatu tempat, bukan kekuatan gempa. Satu gempa punya banyak nilai MMI, makin jauh makin kecil.
| I–II | Dirasakan sedikit orang, benda ringan bergoyang. |
| III–IV | Terasa di dalam rumah, seperti truk lewat; jendela berderik. |
| V–VI | Dirasakan hampir semua orang; barang jatuh, plester retak. |
| VII–VIII | Kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan biasa. |
| IX+ | Kerusakan berat; bangunan dapat runtuh. |